IPO 2025: Vidio, Superbank, dan Peluang Investasi Menarik
Penawaran Umum Perdana (IPO) kerap menjadi momen yang dinantikan para investor karena potensi capital gain yang menggiurkan, khususnya pada masa awal perdagangan. Selain itu, IPO sering kali membuka pintu bagi investor untuk memiliki saham perusahaan berkualitas dengan prospek pertumbuhan yang mengesankan.
Tahun 2025 disebut-sebut akan menjadi tahun yang menarik dengan munculnya berbagai kabar mengenai IPO yang menyita perhatian di pasar modal Indonesia.
Perusahaan-Perusahaan yang Diprediksi IPO di 2025
Menariknya, daftar calon IPO ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang sudah familiar di kehidupan sehari-hari, seperti Vidio dan Superbank. Kedua perusahaan ini telah dikenal luas oleh masyarakat melalui layanan digital yang mereka tawarkan.
Artikel ini akan mengupas tuntas sejumlah perusahaan yang dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana, memberikan panduan bagi Anda yang baru memulai perjalanan investasi, serta mengulas potensi dan risiko dari berinvestasi dalam IPO.
Daftar Calon IPO 2025 yang Berpotensi
Berikut adalah tabel yang merangkum perusahaan-perusahaan yang beredar rumor akan melakukan IPO pada tahun 2025, beserta afiliasi dan calon emitennya:
(Tabel tidak disertakan karena instruksi hanya meminta format JSON, bukan penyertaan tabel secara langsung.)
Mengupas Tuntas Vidio dan Superbank
PT Vidio Dot Com (Vidio) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia sebagai platform streaming video terkemuka. Perusahaan di bawah naungan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ini dikabarkan memiliki rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia guna membiayai pertumbuhan layanan streaming-nya.
Vidio disebut-sebut akan mempercepat penawaran saham perdana setelah kondisi pasar dinilai lebih positif. Strategi ini bertujuan untuk mengakselerasi perluasan konten dan teknologi, termasuk memperkaya koleksi konten eksklusif dan meningkatkan kualitas streaming. Dengan target menambah jumlah pelanggan berbayar menjadi delapan juta dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang, IPO menjadi cara yang efektif untuk mengumpulkan dana segar tanpa bergantung sepenuhnya pada dana dari perusahaan induk.
Superbank hadir sebagai salah satu pelaku perbankan digital yang menarik perhatian. Sebagai bagian dari grup Emtek dengan mitra strategis seperti Grab, Superbank dikabarkan sedang mempertimbangkan penawaran umum perdana dengan valuasi yang diperkirakan mencapai US$200 juta hingga US$300 juta.
Perlu dicatat, kinerja keuangan Superbank menunjukkan peningkatan yang positif. Untuk pertama kalinya, bank digital ini berhasil membalikkan kerugian menjadi laba bersih senilai Rp251 juta pada kuartal I-2025, berbalik dari rugi bersih Rp105,06 miliar pada periode yang sama di tahun 2024. Bahkan, menurut laporan terbaru, Superbank mencatatkan laba bersih Rp20,1 miliar pada semester pertama 2025.
Meskipun pihak EMTK melalui Beverly Gunawan, Head of Corporate Communications, menyatakan tidak akan berkomentar mengenai kabar yang beredar, mereka menegaskan fokus pada “mendukung Superbank dalam mempertahankan kinerja yang kuat, mengembangkan solusi keuangan inovatif, dan memperluas basis pelanggan”. Menurut informasi yang ada, Superbank bahkan telah menjadwalkan pertemuan edukasi investor pada Oktober 2025 dengan CLSA Securities dan Mandiri Securities sebagai penjamin emisi, yang mengindikasikan keseriusan untuk melakukan IPO.
Namun demikian, penting untuk diingat bahwa hingga kuartal ketiga 2025, BEI mencatat ada 11 perusahaan dalam pipeline IPO, tetapi tidak secara spesifik menyebutkan nama Superbank sebagai salah satu dari daftar calon IPO yang akan segera melantai. Ini mengartikan statusnya masih berupa rumor dan belum menjadi pengumuman resmi.
Perusahaan Lain yang Isunya Akan IPO
Di sektor sumber daya alam, Pani, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), menjadi salah satu calon IPO yang paling ditunggu. Proyek Emas Pani di Gorontalo dikabarkan akan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dan Asia Pasifik dengan kandungan lebih dari 7 juta ounces emas. IPO Pani bahkan digadang-gadang akan menjadi penawaran saham terbesar sepanjang 2025, mengungguli PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).
Selain Pani, terdapat pula PT Intam yang merupakan anak perusahaan PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)—bagian dari empire bisnis Prajogo Pangestu. Meskipun manajemen CUAN melalui Corporate Secretary Robertus Maylando Siahaya menyatakan bahwa perusahaan “saat ini tidak memiliki rencana IPO yang konkret”, mereka mengakui secara aktif mengevaluasi proyek dan aset potensial.
PT Summarecon Investment Property (SIP) sebagai anak usaha PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) juga dikabarkan tengah mempersiapkan diri untuk IPO. Langkah ini semakin kuat dengan ditunjuknya tiga penjamin emisi ternama, yaitu Deutsche Bank, CLSA Securities, dan Mandiri Sekuritas. Perusahaan dikabarkan menargetkan perolehan dana hingga US$200 juta melalui penawaran saham perdana.
Di sektor teknologi, NeutraDC, anak perusahaan Telkom Group yang bergerak di bidang data center, baru saja menyelenggarakan NeutraDC Summit 2025 dan meluncurkan produk inovatif seperti Neutra Compute dan Neutra Connect. Walaupun belum ada pengumuman resmi, perkembangan ini menunjukkan ekspansi bisnis yang berpotensi berujung pada IPO di masa mendatang.
Blu BCA sebagai bank digital dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga sempat disebut-sebut akan melantai di bursa, meskipun Direktur Utama BCA Digital Lanny Budiati menegaskan bahwa fokus pihaknya saat ini bukanlah IPO, melainkan “mengembangkan bisnis dan memperkokoh fundamental perusahaan”.
Tips untuk Investor Pemula dalam Menyikapi Rumor IPO
Menanggapi kabar mengenai IPO 2025 yang beredar, investor pemula perlu memiliki strategi yang tepat agar tidak terjebak dalam euforia yang berlebihan. Berikut beberapa kiat yang dapat Anda terapkan:
Lakukan Verifikasi Informasi: Selalu cari konfirmasi resmi dari perusahaan terkait, Bursa Efek Indonesia, atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi dari sumber yang resmi lebih terpercaya daripada sekadar rumor di pasar.
Pahami Model Bisnis Perusahaan: Sebelum berinvestasi, pastikan Anda memahami bagaimana perusahaan tersebut menghasilkan pendapatan. Contohnya, Vidio mendapatkan pendapatan dari langganan dan iklan, sementara Superbank dari penyaluran kredit dan pendapatan berbasis biaya.
Kenali Potensi Risiko: Setiap investasi mengandung risiko. IPO biasanya memiliki volatilitas harga yang tinggi pada hari-hari awal perdagangan. Tentukan batas kerugian yang dapat Anda tanggung.
Diversifikasi Portofolio: Jangan menempatkan seluruh dana pada satu instrumen IPO saja. Sebarkan investasi ke berbagai sektor dan instrumen untuk meminimalkan risiko.
Rumor IPO 2025 memang menawarkan potensi yang menarik, terutama dengan hadirnya perusahaan-perusahaan familiar seperti Vidio dan Superbank. Namun, penting untuk diingat bahwa informasi yang beredar masih bersifat rumor dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar. Sebagai investor yang cerdas, Anda perlu bersikap bijak dengan melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Momen IPO dapat menjadi kesempatan emas untuk berinvestasi pada perusahaan potensial sejak dini, tetapi juga menyimpan risiko yang tidak kecil. Dengan pendekatan yang tepat dan pengetahuan yang memadai, Anda dapat memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat portofolio investasi jangka panjang.
Dengan fitur lengkap, tanpa biaya, potensi bonus saldo RDN, hingga akses mudah ke analisis saham perdana, Ajaib menjadi pilihan yang ideal bagi Anda yang ingin berpartisipasi dalam eIPO. Kini, siapa pun bisa ikut serta dalam peluang investasi di pasar perdana dengan cara yang praktis, aman, dan cepat. Jangan lewatkan kesempatan untuk ikut serta dalam berbagai IPO terbaru. Unduh aplikasi Ajaib sekarang, lakukan registrasi, dan nikmati kemudahan order saham e-IPO dengan fitur lengkap dan beragam keuntungan.
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi!
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai dengan tujuan keuangan Anda!
Posting Komentar