Duta Mangrove Indonesia Ajak Generasi Muda Menjadi Garda Terdepan dalam Menghadapi Krisis Lingkungan dan Iklim

Table of Contents


BISNISTRUST.COM, JAKARTA – Duta Mangrove Indonesia 2025, Zaklyyah Amirah Zulika, mengajak generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem mangrove. Hal ini disampaikan sebagai langkah krusial menghadapi ancaman banjir dan krisis iklim yang semakin meningkat di Indonesia maupun kawasan ASEAN.

Dalam paparannya pada webinar bertajuk "Solidaritas Warga ASEAN dalam Menjaga Lingkungan" yang digelar Minggu (21/12/2025), Zaklyyah menegaskan bahwa bencana banjir yang berulang di berbagai wilayah tidak boleh lagi dianggap sebagai fenomena alam semata. Menurutnya, hal tersebut merupakan konsekuensi langsung dari kerusakan lingkungan dan lemahnya tata kelola sumber daya alam.

“Banjir saat ini adalah alarm keras bagi kita semua. Kerusakan hutan, alih fungsi lahan, serta degradasi mangrove telah menghilangkan perlindungan alami yang seharusnya menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar Zaklyyah.

Mangrove Sebagai Benteng Alami Pesisir

Zaklyyah menjelaskan bahwa mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami di wilayah pesisir. Selain berfungsi meredam dampak perubahan iklim seperti banjir dan abrasi, ekosistem mangrove juga berperan penting sebagai penyerap karbon dan penyangga ekosistem yang vital.

Namun, ia menyayangkan keberadaan mangrove yang sering kali terabaikan dalam kebijakan pembangunan. Menurutnya, banyak kebijakan saat ini masih menitikberatkan pada kepentingan ekonomi jangka pendek dibandingkan keberlanjutan lingkungan.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan ketahanan iklim (climate resilience) melalui kebijakan yang secara nyata berpihak pada pelestarian alam serta pemulihan ekosistem yang telah rusak.

Generasi Muda sebagai Agen Perubahan

Lebih lanjut, Zaklyyah menyoroti posisi generasi muda sebagai agen perubahan. Dengan daya adaptasi, kreativitas, dan kesadaran sosial yang tinggi terhadap isu ekologis, keterlibatan anak muda dianggap sangat menentukan arah masa depan lingkungan.

“Generasi muda bukan hanya pewaris dampak krisis iklim, tetapi juga penentu arah masa depan lingkungan. Keterlibatan mereka sangat menentukan,” tegasnya.

Selain peran individu, Zaklyyah juga mendorong penguatan solidaritas regional di kawasan ASEAN. Mengingat perubahan iklim bersifat lintas batas negara, kolaborasi antarnegara menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan bersama.

Ia berharap isu lingkungan tidak hanya berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata melalui edukasi, partisipasi publik, dan gerakan pelestarian mangrove yang berkelanjutan.

“Masa depan ditentukan oleh keputusan hari ini. Anak muda harus menjadi bagian dari solusi dengan menjaga dan merawat alam,” tutup Zaklyyah.

 

Posting Komentar

Untuk kerjasama dan iklan di Bisnistrust.com, silahkan hubungi 0857-1857-1347