BEI DIY: Dorong UMKM Go Public, Perkuat Akses Pendanaan

Table of Contents

BEI DIY Terus Dorong UMKM untuk Go Public, Begini Upayanya - Harianjogja.com


Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) gencar berupaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan peluang pendanaan melalui Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO). Upaya ini dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai program pendampingan yang intensif.

Pendekatan ini mencakup penguatan inkubator UMKM serta pemanfaatan skema securities crowdfunding sebagai langkah awal sebelum benar-benar masuk ke bursa efek. Hal ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi UMKM dalam memperoleh modal pengembangan usaha.

Papan Pencatatan dan Persiapan IPO

Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, menjelaskan bahwa BEI menyediakan tiga jenis papan pencatatan, yaitu papan akselerasi, papan pengembangan, dan papan utama. Papan akselerasi, menurutnya, dirancang khusus untuk perusahaan berskala kecil yang sedang mempersiapkan diri untuk go public.

Irfan menyampaikan bahwa UMKM menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam hal bentuk badan usaha dan aspek keuntungan-kerugian. Untuk bisa melakukan IPO, idealnya perusahaan mampu mencatatkan keuntungan dalam kurun waktu enam tahun ke depan.

Tantangan dan Solusi untuk UMKM

Menurut Irfan, beberapa UMKM masih kesulitan dalam hal pembukuan keuangan. Laporan keuangan yang belum tertata dengan baik menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum perusahaan dapat melanjutkan ke proses pencatatan saham perdana.

Selain kesiapan administrasi, komitmen yang kuat untuk terus bertumbuh juga menjadi faktor krusial. Ini menunjukkan bahwa BEI tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada visi dan misi perusahaan.

Dana IPO dan Tata Kelola Perusahaan

"Dana IPO adalah dana murah, bukan pinjaman, sehingga tidak perlu dikembalikan," jelas Irfan. Namun, penggunaan dana tersebut harus dipertanggungjawabkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan dibuktikan melalui pertumbuhan perusahaan.

Irfan juga menambahkan bahwa tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) merupakan aspek penting yang tidak dapat dipisahkan dalam proses menuju IPO. Hal ini menunjukkan komitmen BEI terhadap prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Program Pendampingan dan Securities Crowdfunding

Irfan menyampaikan bahwa secara nasional BEI memiliki IDX Incubator yang bertugas mendampingi perusahaan yang telah siap memasuki masa pra-IPO. Sementara itu, di daerah, perusahaan yang masih dalam tahap awal dibina melalui inkubator UMKM yang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi.

UMKM yang dibina oleh perguruan tinggi atau yang berasal dari industri kemudian diinkubasi untuk meningkatkan kualitas dan skala bisnisnya. Melalui proses ini, BEI menawarkan securities crowdfunding sebagai jembatan untuk menghimpun modal dan memperkuat struktur usaha sebelum melangkah ke IPO.

Securities Crowdfunding: Batu Loncatan Menuju IPO

"Securities crowdfunding ini kami dorong sebagai batu loncatan untuk go public," kata Irfan. Hingga saat ini, tercatat sudah ada tujuh perusahaan dari DIY yang telah berhasil melakukan IPO.

Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh BEI DIY telah memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM di wilayah tersebut. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi UMKM lain untuk mengikuti jejak yang sama.

Posting Komentar

Untuk kerjasama dan iklan di Bisnistrust.com, silahkan hubungi 0857-1857-1347